Home IGA 2010 IGA2011 IGA 2012 Gallery Foto Kontak

INDONESIA GREEN AWARDS 2011
penghargaan kepada
penginspirasi bumi



Apa yang membuat kita masih bisa bertahan hidup di tengah perubahan iklim yang sangat cepat?


Mari kita mencari jawab dari suatu fenomena menarik, yaitu tren bersepeda. Ia tidak muncul tiba-tiba. Bermula dari Jakarta, dari buruknya sarana transportasi umum.

Banyak orang membeli sepeda motor untuk mobilitas. Akibatnya jumlah sepeda motor hampir sama dengan jumlah penduduknya yang hampir 12 juta jiwa. Sisi gelapnya, rata-rata 6 pengendara motor meninggal setiap hari karena kecelakaan lalu lintas. Mengerikan. Polusi udara juga menjadi konsekuensi nyata yang harus dihadapi oleh orang Jakarta. Lebih jauh dari itu, emisi karbon dari kendaraan bermotor di Indonesia ikut menyumbang pada efek rumah kaca yang mempercepat mencairnya gunung es di kutub utara. Sehingga timbul panas ekstrem di mana-mana. Tidak kecuali pada Indonesia. Tetapi kesadaran untuk mengatasi persoalan ini juga muncul.

Pada awalnya beberapa orang nekad bersepeda ke tempat kerja atau menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi. Mereka juga tidak luput dari intaian maut, karena mobil dan motor yang berbeda akselerasinya itu bisa saja menyenggol mereka. Namun pesepeda tidak peduli. Yang muncul kemudian, banyak pengendara motor menjual kendaraannya untuk membeli sepeda. Kecenderungan ini dipicu lagi oleh munculnya klub-klub sepeda yang ramai melakukan edukasi dan para selebritas bersepeda yang sadar akan popularitasnya memengaruhi banyak orang. Mereka menjadi trend setter. Jangan heran bila Sabtu dan Minggu kita menyaksikan bersepeda sebagai sebuah kegandrungan dari anak-anak hingga orang tua. Akibatnya udara Jakarta di hari Sabtu dan Minggu relatif bersih dan langitnya tampak biru. Pemerintah DKI Jakarta mendukung kecenderungan yang berkembang dengan menerapkan Car Free Day pada hari Minggu pagi di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman serta Jalan HR Rasuna Said. Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga memprakarsai adanya jalur khusus sepeda. Selain itu, tentu saja bersepeda sangat baik bagi kesehatan, dan menimbulkan kesenangan.

Kampanye menanam pohon - untuk memberi oksigen pada umat manusia - yang digaungkan oleh Kementerian Kehutanan, kini menjadi gaya hidup seseorang, perusahaan, atau lembaga. Sehingga rasanya, tidak menanam pohon tidak oke! Paling tidak hal ini bisa kita saksikan pada suatu gerakan lingkungan, Jakarta Berkebun. Lahan kosong nan gersang kini ditanami sayur-sayuran. Hasilnya, kehijauan di mana-mana dan panen sayuran pun memberi manfaat pada banyak orang.

Dalam beradaptasi dengan lingkungan yang penuh tantangan itu, kita selalu melihat munculnya figur-figur yang memberi contoh nyata dengan inovasi kegiatan dan kemudian memberi pengaruh pada perilaku publik. Begitu juga pada perusahaan-perusahaan besar, banyak yang memberi contoh kepada publik dengan memerhatikan lingkungan. Perusahaaan-perusahaan kelapa sawit misalnya, yang melakukan “penghutanan dengan kelapa sawit” di lahan-lahan bekas hutan yang telah rusak perlu diapresiasi. Begitu juga bagi perusahaan tambang yang melakukan rehabilitasi lahan bekas tambangnya dengan hasil baik perlu diberi penghargaan.

Indonesia Green Awards 2011 berbeda dari penyelenggaraan yang pertama di 2010 di mana banyak kategori penghargaan yang diberikan seperti: green CSR, green mining, green manufacture, green agribusiness, green real estate, green banking, green hotel, green media, green province, green city serta green NGO. Tahun ini kategori itu disela dengan satu kategori besar, yaitu: yang memberi inspirasi kuat kepada publik. Karena itu kami menamakannya sebagai penghargaan kepada penginspirasi bumi.

Majalah BISNIS&CSR dan La Tofi School of CSR akan memberikan penghargaan kepada para pihak yang telah memberi inspirasi kuat kepada publik melalui Indonesia Green Awards 2011 pada 28 September 2011 di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski – Jakarta. Menteri Kehutanan akan menyerahkan penghargaan ini.


Tim Penilai yang akan memberikan penghargaan:

  1. Ir. Jalal, M.Si. (Ketua Tim Penilai), Direktur A+ CSR Indonesia
  2. Drs. Tarman Azzam , Ketua Dewan Kehormatan PWI
  3. Dr. Ir. Hadi Daryanto, D.E.A., Sekjen Kementerian Kehutanan
  4. Ir. Masyhud, MM., Kepala Pusat Humas Kementerian Kehutanan
  5. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., Ketua Umum Asosiasi Profesi CSR Indonesia
  6. Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si., Direktur La Tofi School of CSR
  7. La Tofi, Pemimpin Redaksi Majalah BISNIS & CSR

 

Copyright © 2010 - 2012 La Tofi Enterprise
All right reserved.